Jumat, 13 Mei 2011

CARA PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN PERALATAN LABORATORIUM KIMIA YANG BAIK DAN BENAR

Pendahuluan
  Laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat dilakukannya atau penelitian. Ruang dimaksud dapat berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap atau alam terbuka misalnya kebun botani. Pada pembelajaran sain termasuk kimia dan biologi di dalamnya keberadaan laboratorium menjadi sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar sains di sekolah-sekolah seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu suatu ruangan yang didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum. Laboratorium ialah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Bentuknya boleh ruang tertutup (kamar) dan boleh ruang terbuka (kebun). Ruang penunjang kegiatan dalam melakukan pembelajaran terdiri dari : ruang persiapan, ruang penyimpanan (gudang), ruang  gelap, ruang timbang, dan kebun sekolah atau rumah kaca.
Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan.

Isi
Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan dilaboratorium kimia yang dapat dipergunakan berulang – ulang. Contoh alat laboratorium kimia pinset, pembakar spiritus, thermometer, stopwatch, tabung reaksi, gelas ukur jangka sorong dan mikroskop. Alat yang digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium, seperti tang, obeng, pemadam kebakaran dan kotak Pertolongan Pertama.
Keselamatan di laboratorium akan terjamin bila penanganan bahan kimia dilakukan dengan berpedoman pada rambu-rambu yang ada pada etiket kemasan bahan kimia. Aktivitas di laboratorium yang menggunakan bahan-bahan kimia tentu tidak lepas dari peralatan yang digunakan sehingga bahaya tidak hanya disebabkan oleh penanganan bahan yang salah, namun juga dapat terjadi bahaya fisik dari peralatan yang kita gunakan bila kita tidak berpedoman pada aturan tentang penanganan alat.
A. Macam-Macam Alat Laboratorium IPA
Macam peralatan laboratorium meliputi :
  1. Alat ukur, seperti thermometer, barometer, respirometer, gelas ukur, stopwatch, mikrometer sekrup, dsb. 

Gambar 1. Berbagai alat laboratorium yang dapat digunakan untuk mengukur.

  1. Alat dari gelas, seperti tabung reaksi, labu erlenmeyer, pembakar spiritus, dsb.
Gambar 2. Berbagai alat laboratorium yang terbuat dari gelas.

  1. Model, seperti model pencernaan, model pernapasan, model kerangka, model indera dan organ lainnya.

Gambar 3.  Berbagai alat laboratorium yang merupakan model dimana model ini biasanya digunankan pada pelajaran biologi.

  1. Bagan, seperti bagan klasifikasi makhluk hidup, bagan metamorfosis pada katak, bagan sistem pengeluaran manusia, dsb.
  2.  
    Gambar 4.  Berbagai alat laboratorium yang merupakan bagan dimana bagan ini biasanya digunankan pada pelajaran biologi.

    1. Alat siap pakai (rakitan), seperti kit listrik, kit magnet, kit optik, dsb.

    Gambar 5.  Berbagai alat laboratorium yang berupa rakitan, biasanya ini digunakan pada laboratorium fisika atau laboratorium tekhnik.

    1. Alat bantu proses percobaan seperti pinset, gunting dan pembakar bunsen/spiritus, mortar dan alu.

    Gambar 6.  Berbagai alat bantu dalam laboratorium.

    Perlengkapan pendukung (perkakas) yang diperlukan selama bekerja di laboratorium IPA, seperti :
    1.      Alat pemadam kebakaran, dapat diganti dengan pasir basah dan karung goni basah.
    1. Kotak Pertolongan Pertama lengkap dengan isinya (obat, kasa, plester, obat luka)
    2. Alat kebersihan seperti sapu, pengki/serokan sampah, lap pel, sikat tabung reaksi.
    3. Alat bantu lainnya seperti obeng, palu, tang, gergaji dsb.

    Gambar 7.  Berbagai alat laboratorium yang merupakan perkakas pendukung.

    Alat di laboratorium IPA berdasarkan bahan pembuatnya, meliputi kelompok :
    1.      Alat optik (kaca), seperti tabung reaksi, labu erlenmeyer, pembakar spiritus.
    2.      Alat dari logam, seperti kasa asbes, peralatan bedah dsb.
    3.      Alat dari kayu, seperti rak tabung reaksi, penjepit tabung reaksi dsb
    4.      Alat dari plastik, seperti botol zat kimia dsb.
    5.      Alat dari bahan lainnya seperti sikat tabung reaksi dari ijuk, sumbat gabus dan mortar dari porselain.

    Gambar 8.  Berbagai alat laboratorium yang dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatnya .

    B.       Penataan alat dan bahan
           Penataan (ordering) alat / bahan adalah proses pengaturan alat / bahan di laboratorium agar tertata dengan baik. Dalam menata alat / bahan tersebut berkaitan erat dengan keteraturan dalam penyimpanan maupun kemudahan dalam pemeliharaan
    Yang harus diketahui sebelum melakukan penataan:
    -        Mengenali alat dan fungsinya
    -        Mengenali sifat bahan
    -        Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian
    -        Keperangkatan
    -        Nilai/harga alat
    -        Kualitas alat tersebut dan kelangkaannya
    -        Bahan dasar penyusun alat
    -        Bentuk dan ukuran alat
    -        Bobot/berat alat

    C.      Cara Menyimpan Alat Laboratorium IPA
    Alat yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA memerlukan perlakuan khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Perlakuan yang salah dalam membawa, menggunakan dan menyimpan alat di laboratorium IPA dapat menyebabkan kerusakan alat dan bahan, terjadinya kecelakaan kerja serta dapat menimbulkan penyakit.
    Cara memperlakukan alat dan bahan di laboratorium IPA secara tepat dapat menentukan keberhasilan dan kelancaran kegiatan. Cara menyimpan alat laboratorium IPA dengan memperhatikan bahan pembuat alat tersebut, bobot alat, keterpakaiannya, serta sesuai pokok bahasannya. Penyimpanan alat menurut aturan tertentu harus disepakati antara pengelola laboratorium dan diketahui oleh pengguna/praktikan.
    Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat di laboratorium, maka sebaiknya dibuatkan daftar inventaris alat yang lengkap dengan kode dan jumlah masing-masing. Alat yang rusak atau pecah sebaiknya ditempatkan pada tempat tersendiri, dan dituliskan dalam buku kasus dan buku inventaris laboratorium IPA.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat yaitu :
    1. Bahan dasar pembuatan alat
    2. Bobot alat
    3. Kepekaan alat terhadap lingkungan
    4. Pengaruh alat yang lain
    5. Kelengkapan perangkat alat dalam suatu set
    Penataan dan penyimpanan alat / bahan didasarkan pada :
    1.      Keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas, susunan laboratorium, dan keadaan alat/bahan.
    2.      Kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan dicari dan dicapai, keamanan dalam penyimpanan dan pengambilannya.

    Dasar dari penyimpanan alat, yaitu :
    1.         Jenis Alat, misalnya gelas kimia, corong, cawan petri, lumpang dan alu
    2.         Jenis bahan pembuat, misalnya kaca, porselin, logam dan kayu
    3.         Percobaan, misalnya laju reaksi, kesetimbangan, dll
    4.         Seberapa sering alat digunakan
    -          Yang sering digunakan misalnya: gelas kimia
    -          Yang jarang digunakan misalnya: lumpang & alu

     Penyimpanan alat dan bahan
    -        Alat-alat yang sering digunakan, alat yang boleh diambil sendiri oleh siswa dan alat- alat yang mahal harganya penyimpanannya dipisah
    -        Alat-alat untuk percobaan fisika biasanya dikumpulkan menurut golongan percobaannya
    -        Alat-alat yang digunakan untuk beberapa jenis percobaan disimpan tersendiri ditempat khusus.
    -        Alat-alat untuk percobaan biologi umumnya disimpan menurut judul percobaan atau dapat dilakukan berdasarkan atas bahan alat


    Gambar 9.  Salah satu cara penanganan dan penggunaan alat laboratorium.

    Adapun perlakuan terhadap alat-alat di laboratorium seperti :
    1. Membawa alat sesuai petunjuk penggunaan
    2. Menggunakan alat sesuai petunjuk penggunaan.
    3. Menjaga kebersihan alat
    4. Menyimpan alat


    Gambar 10.     Berbagai alat laboratorium yang disimpan pada lemari alat.


    Tata letak dan pengaturan perabot laboratorium IPA
    -        Prinsip keamanan
    Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
    -        Prinsip Kemudahan
    Untuk memudahkan mencari letak masing – masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
    -        Prinsip Keleluasaan
    Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.
    -        Prinsip Keindahan

    Cara penyimpanan alat dan bahan dapat berdasarkan jenis alat, pokok bahasan, golongan percobaan dan bahan pembuat alat :
    1. Pengelompokan alat – alat fisika berdasarkan pokok bahasannya seperti : Gaya dan Usaha (Mekanika), Panas, Bunyi, Gelombang, Optik, Magnet, Listrik, Ilmu, dan Alat reparasi.
    2. Pengelompokan alat – alat biologi menurut golongan percobaannya, seperti : Anatomi, Fisiologi, Ekologi dan Morfologi.
    3. Pengelompokan alat – alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti : logam, kaca, porselen, plastik dan karet.
    Jika alat laboratorium dibuat dari beberapa bahan, alat itu dimasukkan ke dalam kelompok bahan yang banyak digunakan.
    Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci . Pengelompokan alat – alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti : logam, kaca, porselen, plastik dan karet
    Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal – hal di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
    1. Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.
    2. Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.
    3. Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer, neraca lengan dan beaker glass.
    4. Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi tinggi bahu.
    5. Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad.
    6. Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik.
    Penyimpanan alat perlu memperhatikan frekuensi pemakaian alat. Apabila alat itu sering dipakai maka alat tersebut disimpan pada tempat yang mudah diambil. Alat – alat yang boleh diambil oleh siswa dengan sepengetahuan guru pembimbing, hendaknya diletakkan pada meja demonstrasi atau di lemari di bawah meja keramik yang menempel di dinding. Contoh alat yang dapat diletakkan di meja demonstrasi adalah : kaki tiga, asbes dengan kasa dan tabung reaksi.
    Penyimpanan dan pemeliharaan alat / bahan harus memperhitungkan sumber kerusakan alat dan bahan. Sumber kerusakan alat dan bahan akibat lingkungan meliputi hal – hal berikut :


    1. Udara
    Udara mengandung oksigen dan uap air (memilki kelembaban). Kandungan ini memungkinkan alat dari besi menjadi berkarat dan membuat kusam logam lainnya seperti tembaga dan kuningan. Usaha untuk menghindarkan barang tersebut terkena udara bebas seprti dengan cara mengecat, memoles, memvernis serta melapisi dengan khrom atau nikel. Kontak dengan udara bebas dapat menyebabkan bahan kimia bereaksi.
    Akibat reaksi bahan kimia dengan udara bebas seperti timbulnya zat baru, terjadinya endapan, gas dan panas. Dampaknya bahan kimia tersebut tidak berfungsi lagi serta dapat menimbulkan kecelakaan dan keracunan.
    2. Air dan Asam – Basa
    Alat laboratorium sebaiknya disimpan dalam keadaan kering dan bersih, jauh dari air, asam dan basa. Senyawa air, asam dan basa dapat menyebabkan kerusakan alat seperti berkarat, korosif dan berubah fungsinya. Bahan kimia yang bereaksi dengan zat kimia lainnya menyebabkan bahan tersebut tidak berfungsi lagi dan menimbulkan zat baru, gas, endapan, panas serta kemungkinan terjadinya ledakan.
    3. Suhu
    Suhu yang tinggi atau rendah dapat mengakibatkan :alat memuai atau mengkerut, memacu terjadinya oksidasi, merusak cat serta mengganggu fungsi alat elektronika.
    4. Mekanis
    Sebaiknya hindarkan alat dan bahan dari benturan, tarikan dan tekanan yang besar. gangguan mekanis dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alat / bahan.
    5. Cahaya
    Secara umum alat dan bahan kimia sebaiknya dihindarkan dari sengatan matahari secara langsung. Penyimpanan bagi alat dan bahan yang dapat rusak jika terkena cahaya matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam lemari tertutup. Bahan kimianya sebaiknya disimpan dalam botol yang berwarna gelap.
    6. Api
    Komponen yang menjadi penyebab kebakaran ada tiga, disebut sebagai segitiga api. Komponen tersebut yaitu adanya bahan bakar, adanya panas yang cukup tinggi, dan adanya oksigen. Oleh karenanya penyimpanan alat dan bahan laboratorium harus memperhatikan komponen yang dapat menimbulkan kebakaran tersebut.

    Langkah – Langkah Penyimpanan
    1.      Bersihkan Ruang dan Penyimpanan Alat dan Bahan
    2.      Periksa data ulang alat dan bahan yang ada
    3.      Kelompokkan alat dan bahan yang ada berdasarkan pada keadaan alat dan bahan di  atas
    4.      Penyimpanan dan penataan alat dan bahan disesuaikan dengan fasilitas Laboratorium, keadaan alat dan bahan diatas.

    Kesimpulan
    Untuk memberdayakan laboratorium diperlukan beberapa keterampilan. Salah satu keterampilan tersebut adalah dapat menata, mengadministrasikan, dan menginventarisasi alat dan bahan.
    Pengelolaan laboratorium kimia berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.
                Penataan dan penyimpanan alat didasarkan pada keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas, susunan laboratorium, keadaan alat, dan kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan dicari dan dicapai, serta keamanan dalam penyimpanan dan pengambilannya. Berdasarkan keadaan alat, maka alat dapat dikelompokkan atas jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat tersebut digunakan, atau jenis percobaan.
           Alat dan bahan yang ada hendaknya diletakkan ketempat semula setelah selesai digunakan dan dibersihkan sehingga tetap awet dan tidak mengundang terjadinya bahaya.


    Daftar Pustaka

    Avidianto, D. 2010. Cara Menyimpan Alat dan Bahan Laboratorium IPA. http://devoav1997.webnode.com/news/cara-menyimpan-alat-dan-bahan-laboratorium-ipa-/ (diakses 16 Februari 2011)

    Hadi, Langgeng, (2008), Pengelolaan Lab Bagian 4 (Administrasi Fasilitas Di Laboratorium), http://www.psb-psma.org/content/blog/pengelolaan-lab-bagian-4-administrasi-fasilitas-di-laboratorium, (diakses tanggal 16 Januari 2011)

    Jevuska, (2009), Pengelolaan Laboratorium Sekolah, http://www.jevuska.com/topic/pengelolaan+laboratorium+sekolah.html, (diakses tanggal 16 Januari 2011)

    Kalijaga, Sunan, (2010),  Laboratorium Terpadu UIN. http://integratedlaboratory.uin-suka.ac.id/ (diakses tanggal 16 Januari 2011)

    Setiawan, dkk, (2008), Pengelolaan Laboratorium Biologi SMA, http://www.find-docs.com/pengelolaan-laboratorium-biologi-sma-doc.html ((diakses tanggal 16 Januari 2011)

    Sugiarto, Bowo, (2008), Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium IPA SMP, http://bowobiologi.blogspot.com/2008/10/optimalisasi-pengelolaan-laboratorium.html
    (diakses tanggal 16 Januari 2011)

    Sutopo, Eko, (2008), Bagaimana mengelola laboratorium sains di sekolah?« Learning Center Community, http://ekohs.wordpress.com/2008/12/04/ (diakses tanggal 16 Januari 2011)
    .

    Jumat, 29 April 2011

    TUGAS SEKSI PERLENGKAPAN PADA SEMINAR

    PENGERTIAN TUGAS
    Tugas adalah pekerjaan yang tanggungjawab seseorang. Pekerjaan yang dibebankan, sesuatu yang wajib dilakukan atau ditentukan untuk perintah agar melakukan sesuatu dalam jabatan tertentu.
    Adanya suatu pekerjaan merupakan kegiatan yang telah direncanakan dalam sebuah organisasi. Tanpa organisasi tidak mungkin seseorang dapat pekerjaan. Pekerjaan yang dimaksud adalah disini adalah tugas yang diberikan atasan kepada bawahan sebagai tanggungjawab suatu jabatan/ bidang dalam organisasi.
    Dengan demikian, dapat menarik kesimpulan bahwa tugas adalah pekerjaan seseorang dalam organisasi atas pemberian dalam jabatan. Sehingga dalam melakukan tugasnya, seseorang perlu memahami tugas dan fungsi kerja dalam jabatan tersebut.
    Selain itu dalam melakukan tugas sebagai tanggungjawab dalam jabatan organisasi. Anda perlu kerja sama dengan bidang – bidang (seksi - seksi) lain. Dalam melakukan tugas, setiap bidang dalam organisasi memiliki garis koordinasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

    PENGERTIAN FUNGSI KERJA
    Fungsi kerja adalah melakukan pekerjaan sesuai dengan jabatannya. Setiap jabatan dalam organisasi panitia mempunyai fungsi kerja yang berbeda, sesuai dengan bidangnya. Namun dapat diketahui bahwa dalam organisasi perlu ada kerja sama. Kerja sama ini dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
    Fungsi menunjukkan makna dari pekerjaan yang telah dan akan dilakukan.Dalam organisasi fungsi kerja benar – benar sangat diperlukan. Hal ini sangat mempengaruhi keberhasilan dalam suatu kegiatan atau tujuan organisasi.

    SEKSI PERLENGKAPAN
    No
    Jenis
    Uraian
    1
    Tujuan Atau Fungsi Jabatan

    Mengkoordinasikan semua aktivitas yang berkenaan dengan peningkatan kapasitas manajemen barang dan jasa serta membantu ketua dalam menyusun laporan kemajuan peningkatan kapasitas manajemen pengadaan barang dan jasa.

    2
    Job description

    ·      mendata dekorasi dan perlengkapan yang dibutuhkan
    ·      koordinasi dengan hotel untuk dekorasi dan perlengkapan
    ·      pemasangan dekorasi dan perlengkapan yang dibutuhkan
    ·      memastikan kesiapan dekorasi dan perlengkapan 1 hari sebelum pelaksanaan
    ·       
    3
    Penjadwalan Kerja

    4
    Perlengkapan Yang Diperlukan
    ·      Ruangan yang kondusif
    ·      Kelengkapan presentasi : OHP; LCD; layar; penunjuk/IR
    ·      Mikrofon
    5
    Skenario Atau Pendekatan Yang Dilakukan Dalam Melaksanakan Tugas



    Organisasi Ruangan
             Harus ada : cahaya, kursi dan meja, mikrofon
             Kelengkapan presentasi : OHP; LCD; layar; penunjuk/IR
             Susunan kursi : bisa berjajar, bisa letter U
             Ruang gerak bagi peserta dan nara sumber
             Penataan agar kondusif, aman dan nyaman



    SEKSI PERLENGKAPAN
    Fungsi dan Tugas kerja seksi perlengkapan adalah sebagai berikut :
    1.      Mencari tahu semua kebutuhan seksi, terutama peralatan kesekretariatan dan usaha dana
    2.     Mengecek peralatan dan kebutuhan seksi
    3.     Melaporkan kelebihan dan kekurangan kebutuhan kepada ketua
    4.     Mendata dan mencatat semua alat yang berupa pinjaman
    5.     Menjaga semua peralatan dan dapat bekerja sama dengan seksi keamanan
    6.     Merencanakan dan memesan jumlah spanduk dalam ruangan dan di luar ruangan (indoor dan outdoor).
    7.     Mengkoordinasi dengan seksi acara mengenai tema Seminar.
    8.     Menyiapkan sound system untuk setiap acara yang bersangkutan.
    9.     Mengatur jadwal roster orang – orang yang bertugas di lapangan.
    10.   Mengatur jadwal dan roster orang – orang yang mengambil dan mengembalikan peralatan ke gudang.
    11.    Memastikan kelengkapan dan ketersediaan peralatan yang dibutuhkan untuk acara pada hari “H”.
    12.   Menjaga dan merawat peralatan sound system dan mengatur budgeting apabila diperlukan.
    13.   Mengkoordinasi dengan koordinator Seksi – Seksi yang membutuhkan bantuan/transportasi untuk akses dan pengambilan barang ke/dari gudang.
    14.   Melakukan kerjasama sewa /  kontrak dengan rekanan yang sudah dipilih.
    15.   Membuat daftar kebutuhan audiovisual dan perlengkapan kemudian menyerahkannya kepada bendahara.
    16.   Melakukan briefing dan gladi resik sebelum perlengkapan tersebut dipergunakan.
    17.   Berkoordinir dengan pihak gedung dan kontraktor penyedia audio visual untuk memastikan kesiapan operator bila audio visual atau sound system tidak berfungsi dengan baik pada saat acara berlangsung.
    18.   Disetiap ruang simposium harus terdapat petugas audio visual, slide operator, dan petugas Maintenance & Electrical (ME) gedung